Macam dan jenis paragraf
Macam dan jenis paragraf
Pengertian:
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan gagasan atau ide pokok.
Paragraf berdasarkan pola pengembangan nya:
1. Paragraf deduktif: Adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di awal kalimat, dan di ikuti gagasan pendukung nya.
Contoh: Kebakaran yang terjadi di menara sakinah menewaskan 5 orang pejalan kaki. Kebakaran terus merambat sampai beberapa kios dan ruko ikut terbakar, polisi mengidentifikasi adanya kesengajaan yang menyebabkan kebakaran itu terjadi. 2. Paragraf induktif: Adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di akhir kalimat, sedangkan gagasan pendukung berada di awal kalimat.
Contoh: Banyak siswa siswi di Smpn 14 Sidomulya yang masih melanggar aturan, menggunakan make up, membawa senjata tajam, membolos, datang telat, dan tawuran. Hal ini menunjukan bahwa siswa siswi di Smpn 14 Sidomulya tidak disiplin dalam mematuhi aturan.
3. Paragraf campuran: Adalah paragraf yang gagasan pendukung berada di tengah paragraf, dan gagasan utamanya berada di awal dan di akhir kalimat.
Contoh: Tawuran bukanlah hal yang etis bagi seluruh pelajar. Tawuran pasti akan membawa pengaruh negatif terhadap pelajar. Banyak pelajar yang tewas akibat tawuran. Kita harus mencegah tawuran, karena tawuran bukanlah hal yang etis bagi seluruh pelajar.
4. Paragraf ineraktif: Adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di tengah paragraf.
Contoh: Ibu dan ayah saling bermesraan saat makan di restoran itu. Mereka saling mencintai, meskipun mereka terkadang meributkan hal kecil namun mereka selalu menyelesaikan nya bersama.
5. Paragraf kronologis: Adalah paragraf yang menyajikan ide, peristiwa, atau detail berdasarkan urutan waktu.
Contoh: Kebakaran di Pasar Cikalrambu terjadi pada pukul 3.40 dini hari, petugas pemadam sedikit telat saat menuju lokasi, namun api sukses di padamkan pada pukul 6.15 pagi.
6. Paragraf klimaks: Adalah paragraf yang di awali dengan ide atau gagasan utama yang paling lemah, lalu perlahan diikuti oleh gagasan pendukung yang tingkat kepentingan nya semakin penting.
Contoh: Untuk membuat penemuan yang bermanfaat kita harus belajar dengan giat dan menganalisis dengan teliti, dengan itu kita dapat membuat penemuan yang bermanfaat, namun yang paling penting dari semua itu adalah keinginan dan konsistensi.
7. Paragraf antiklimaks: Adalah paragraf yang diawali dengan ide atau gagasan utama yang paling penting, lalu perlahan-lahan diikuti oleh gagasan pendukung yang tingkat kepentingannya semakin menurun.
Contoh: Lingkungan tempat tinggal saya sangat lengkap dengan fasilitas yang bermanfaat, terdapat kolam renang, taman, dan dispenser umum geratis.
Paragraf berdasarkan tujuan serta cara penyampaiannya:
1. Paragraf narasi: Adalah jenis paragraf yang menceritakan suatu peristiwa, kejadian, atau pengalaman secara berurutan dari awal hingga akhir.
Contoh: Senja itu, Rina duduk di ayunan kayu di halaman belakang rumahnya. Angin semilir menghembus lembut di kulitnya. Di depannya, langit perlahan berubah warna dari biru menjadi jingga dan ungu. Rina memejamkan mata, menikmati keheningan yang damai. Ia tersenyum kecil saat teringat bagaimana ayahnya bermain dengannya di ayunan itu. Kenangan itu terasa hangat, sama seperti cahaya matahari sore yang kini memudar di balik pepohonan.
2. Paragraf deskripsi: Adalah jenis paragraf yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau peristiwa dengan detail sehingga pembaca dapat membayangkannya seolah-olah melihat atau merasakannya secara langsung.
Contoh: Udara hangat dari api unggun di malam itu, sinar dan aroma kayu terbakar yang memenuhi ruangan tersebut. Terdengar beberapa tawa dan candaan dari anak anak yang sedang bermain kartu bersama ayah dan ibunya di ruangan yang hangat tersebut.
3. Paragraf eksposisi: Adalah jenis paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan, menerangkan, atau memaparkan suatu informasi, ide, atau gagasan secara objektif dan logis.
Contoh: Kesehatan adalah fondasi penting dalam hidup. Pola makan seimbang dengan buah, sayur, dan protein serta olahraga teratur adalah kunci utamanya. Mengadopsi gaya hidup ini bukan hanya menjaga berat badan ideal, tetapi juga melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Dengan demikian, menjaga kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.
4. Paragraf argumentasi: Adalah jenis paragraf yang menyajikan pendapat, gagasan, atau argumen penulis mengenai suatu isu atau topik, lalu didukung oleh bukti dan penalaran yang kuat.
Contoh: Kecanduan gawai pada remaja adalah masalah serius yang sering diabaikan. Banyak orang tua menganggap gawai hanya sebagai alat hiburan, padahal penggunaan berlebihan dapat merusak perkembangan mental dan sosial. Remaja yang kecanduan gawai cenderung menarik diri dari interaksi sosial di dunia nyata, yang dapat menyebabkan isolasi dan kesulitan membangun hubungan. Selain itu, paparan layar yang berlebihan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan tidur, sakit kepala, dan mata lelah. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk membatasi waktu layar dan mendorong kegiatan lain yang lebih sehat agar remaja dapat tumbuh seoptimal mungkin.
5. Paragraf persuasif: Adalah jenis paragraf yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar setuju dengan ide, pendapat, atau ajakan yang disampaikan oleh penulis.
Contoh: Ayo kurangi nikotin dari sekarang, beralihlah dengan aktivitas positif seperti olahraga dan kegiatan yang dapat mengalihkan keinginan untuk mengonsumsi nikotin. Kesehatan adalah anugrah dan nikmat terbaik yang akan kita rasakan di masa tua nanti.



Comments
Post a Comment